Pohuwato, 2026 –
PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Gorontalo bersama Universitas
Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) terus memperkuat upaya pelestarian Burung Julang
Sulawesi (Rhyticeros cassidix) melalui dunia pendidikan. Salah satu langkah
yang kini dilakukan adalah menyusun kurikulum muatan lokal dan modul
pembelajaran tentang konservasi Julang Sulawesi untuk sekolah-sekolah di
Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato.
Inisiatif ini
menjadi bagian dari Program Konservasi Julang Sulawesi yang bertujuan membangun
kesadaran lingkungan sejak usia dini. Melalui pendidikan formal, siswa
diharapkan tidak hanya mengenal Burung Julang Sulawesi sebagai satwa endemik,
tetapi juga memahami pentingnya menjaga hutan sebagai habitat alami serta
perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Sebagai tahap
awal, PLN Nusantara Power dan UMGo telah melaksanakan Focus Group Discussion
(FGD) bersama guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Taluditi untuk menyusun
struktur kurikulum, bahan ajar, serta modul pembelajaran yang akan disesuaikan
dengan kondisi dan potensi daerah. Program ini selanjutnya akan diperluas ke
jenjang sekolah menengah pertama agar pendidikan konservasi dapat diterapkan
secara berkesinambungan.
Ketua Lembaga
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah
Gorontalo, Indri Afriani Yasin, mengatakan pendidikan merupakan salah satu
kunci utama dalam menjaga keberlanjutan program konservasi.
"Melestarikan
Julang Sulawesi tidak cukup hanya melalui perlindungan habitat. Anak-anak juga
perlu dikenalkan sejak dini tentang pentingnya menjaga satwa endemik dan
lingkungan tempat mereka hidup. Melalui kurikulum muatan lokal ini, kami ingin
membangun generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus
bangga terhadap kekayaan hayati daerahnya," ujar Indri.
Sementara itu,
Adi Nugroho, Manager PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo,
mengatakan bahwa pendidikan menjadi investasi jangka panjang dalam mendukung
keberhasilan konservasi.
"Program
konservasi yang berkelanjutan harus melibatkan generasi muda. Karena itu, kami
bersama UMGo tidak hanya fokus pada penelitian dan pelestarian habitat, tetapi
juga membangun kesadaran lingkungan melalui dunia pendidikan. Kami berharap
materi tentang Julang Sulawesi dapat menjadi bagian dari pembelajaran di
sekolah sehingga nilai-nilai konservasi terus diwariskan kepada generasi
berikutnya," kata Adi.
Di sisi lain,
Reynold Gobel, Assistant Manager Business Support PLN Nusantara Power Unit
Pembangkitan Gorontalo, menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum ini merupakan
bagian dari roadmap Program Konservasi Julang Sulawesi yang mengintegrasikan
aspek lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
"Kami percaya perubahan besar
dimulai dari pendidikan. Ketika anak-anak memahami pentingnya menjaga hutan dan
satwa endemik, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap
lingkungan. Melalui kolaborasi dengan UMGo, kami ingin menghadirkan pendidikan
konservasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan memberikan dampak nyata
bagi masa depan Julang Sulawesi maupun lingkungan di Pohuwato," jelas
Reynold.
Selain pengembangan kurikulum,
Program Konservasi Julang Sulawesi juga mencakup penelitian sosial-ekologi,
pembangunan Laboratorium Lapangan Konservasi, pelibatan masyarakat melalui
SMART PATROL, hingga pengembangan eduekowisata berbasis konservasi. Seluruh
rangkaian program tersebut disusun dalam roadmap hingga tahun 2029 sebagai
bagian dari komitmen PLN Nusantara Power dalam mendukung pelestarian
keanekaragaman hayati melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
(TJSL).
Melalui kolaborasi ini, PLN
Nusantara Power dan Universitas Muhammadiyah Gorontalo berharap pendidikan
konservasi tidak hanya menjadi materi pembelajaran di sekolah, tetapi juga
mampu menumbuhkan budaya mencintai lingkungan dan menjaga Burung Julang Sulawesi
sebagai salah satu kekayaan hayati yang menjadi kebanggaan Gorontalo dan
Sulawesi.

0 Comments