PLN Nusantara Power dan UMGo Gelar Koordinasi Teknis Evaluasi dan Perencanaan Konservasi Julang Sulawesi Bersama Pemkab Pohuwato

PLN Nusantara Power dan UMGo Gelar Koordinasi Teknis Evaluasi dan Perencanaan Konservasi Julang Sulawesi Bersama Pemkab Pohuwato

 

Pohuwato, 21 Januari 2026 — Dalam rangka memperkuat sinergi lintas sektor pada Program Konservasi Burung Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix), PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Gorontalo bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) melaksanakan Koordinasi Teknis Program Konservasi Julang Sulawesi yang digelar di Kantor BAPPEDA Kabupaten Pohuwato, Rabu (21/1).

Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama konservasi Julang Sulawesi yang berlokasi di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, sekaligus menjadi forum koordinasi evaluasi pelaksanaan program konservasi tahun 2025 serta perencanaan kegiatan konservasi tahun 2026.

Koordinasi teknis ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Pohuwato, antara lain BAPPEDA Pohuwato, Dinas Pariwisata Pohuwato, Dinas Pendidikan Pohuwato, Dinas Lingkungan Hidup Pohuwato, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pohuwato. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh akademisi UMGo dan manajemen PLN Nusantara Power UP Gorontalo.

Dalam forum tersebut, para pemangku kepentingan membahas capaian kegiatan konservasi yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025, termasuk pendataan awal populasi dan habitat Julang Sulawesi, kegiatan edukasi lingkungan, serta pelibatan masyarakat. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan penyusunan rencana program konservasi tahun 2026 yang mencakup penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan peran masyarakat, serta integrasi konservasi dengan pembangunan daerah.

Kepala BAPPEDA Kabupaten Pohuwato, Rustam Melleng, menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi ini penting untuk memastikan program konservasi berjalan searah dengan kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah.

“Konservasi Julang Sulawesi sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Pohuwato dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui koordinasi lintas OPD seperti ini, kami berharap program dapat terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

 

Indri Afriani Yasin, Ketua LPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo, menjelaskan bahwa evaluasi dan perencanaan yang dilakukan bersama ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan program.

“Evaluasi pelaksanaan tahun 2025 memberikan gambaran kondisi lapangan dan tantangan yang dihadapi. Hasil ini menjadi dasar dalam menyusun rencana kegiatan konservasi tahun 2026 agar lebih terarah, berbasis data ilmiah, dan berdampak nyata bagi lingkungan serta masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Reynold Gobel, Manager Business Support PLN Nusantara Power UP Gorontalo, menegaskan bahwa koordinasi teknis ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan secara terencana dan berkelanjutan.

“Melalui forum ini, kami memastikan bahwa pelaksanaan program konservasi tidak berjalan sendiri, tetapi terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan akademisi. Evaluasi 2025 dan perencanaan 2026 menjadi langkah penting untuk menjaga kesinambungan program,” ungkap Reynold.

Dihubungi terpisah, Adi Nugroho Manager PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo. Ia menyampaikan bahwa program konservasi Julang Sulawesi telah disusun dalam kerangka jangka menengah dan panjang.

“Program ini dirancang dengan roadmap hingga tahun 2029. Tahun-tahun awal difokuskan pada penguatan dasar konservasi, yang selanjutnya akan diarahkan pada pengembangan ekonomi berbasis konservasi. Dengan dukungan pemerintah daerah dan perguruan tinggi, kami optimistis konservasi Julang Sulawesi dapat berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Adi.

Melalui kegiatan koordinasi teknis ini, seluruh pihak sepakat untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian Burung Julang Sulawesi. Evaluasi pelaksanaan tahun 2025 dan perencanaan program tahun 2026 diharapkan menjadi pijakan kuat dalam mewujudkan konservasi yang terintegrasi, berkelanjutan, dan selaras dengan pembangunan daerah di Kabupaten Pohuwato.

Post a Comment

0 Comments